Taliwang, Alineasatu.net – Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian makro yang sangat positif. Hal ini ditandai dengan menurunnya angka kemiskinan secara signifikan hingga melonjaknya realisasi pendapatan daerah yang jauh melampaui target.
Capaian impresif tersebut dipaparkan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD KSB, Senin (2/3/2026).
Dari sisi sosial ekonomi, Bupati Amar mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di KSB berhasil ditekan sebesar 1,25 persen. Jika pada tahun 2024 angka kemiskinan berada di level 12,23 persen, pada tahun 2025 turun menjadi 10,98 persen.
“Penurunan ini mencerminkan efektivitas program penanggulangan kemiskinan serta perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat kita secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Bupati Amar di hadapan anggota dewan.
Perbaikan taraf hidup masyarakat juga tergambar jelas dari naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 0,94 poin, dari 75,52 pada tahun 2024 menjadi 76,46 pada 2025. Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) KSB tercatat sebesar 4,13 persen. Angka ini patut diapresiasi karena lebih rendah dari rata-rata pengangguran nasional yang berada di angka 4,74 persen.
Terkait pertumbuhan ekonomi daerah, Bupati memaparkan adanya dinamika struktural. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi sempat mencapai 12,01 persen, namun pada 2025 terjadi kontraksi sebesar 3,01 persen.
Meski secara umum terkontraksi, terdapat lonjakan luar biasa pada sektor ekonomi non-tambang yang tumbuh meroket hingga 105,8 persen. Hal ini didorong oleh mulai beroperasinya industri pengolahan smelter di KSB.
“Kondisi ini menjadi penanda awal yang baik bagi transformasi struktur ekonomi KSB, bergerak menuju daerah industri yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kabar menggembirakan juga datang dari aspek fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sukses meraup pendapatan daerah sebesar Rp 2,881 triliun, atau mencapai 150,47 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp 1,915 triliun. Capaian fantastis ini menunjukkan optimalisasi potensi sumber-sumber pendapatan daerah yang berjalan maksimal.
Sementara untuk realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp 2,059 triliun atau 92,09 persen dari target. Anggaran tersebut telah difokuskan untuk memperkuat pelayanan kesehatan, pendidikan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui infrastruktur produktif serta pengembangan sektor pariwisata.
Dalam hal pengelolaan keuangan, Pemkab KSB kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk yang ke-11 kalinya secara berturut-turut. Ini menjadi bukti komitmen Pemda KSB dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Mengakhiri penyampaian LKPJ tersebut, Bupati Amar Nurmansyah menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak. Ia menyebut tren pertumbuhan dan perbaikan yang konsisten ini tidak lepas dari stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Keberhasilan ini adalah hasil sinergi yang luar biasa antara pemerintah daerah, DPRD, jajaran Forkopimda, dunia usaha, seluruh elemen masyarakat, serta rekan-rekan insan pers,” pungkasnya. (A1)

