Taliwang, alineasatu.net – Peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengajak masyarakat gotong royong bersama. Upaya menjaga lingkungan menjadi hal penting dalam menjaga Bumi. “Ending Plastic Pollution” merupakan tema besar hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini.
Gebrakan Kepala Dinas LH Sumbawa Barat, mengajak masyarakat hentikan polusi plastik, merupakan salah satu cara yang tepat menjaga lingkungan. Sebab sampah plastik membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun agar bisa terurai sempurna. Pemusnahan plastik dengan cara dibakar pun sangat beresiko dengan kandungan gas berbahaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, SPd., M.M.Inov. mengatakan, kegiatan peringatan hari lingkungan hidup sedunia melibatkan seluruh pimpinan OPD, serta pemerintah kecamatan. Total peserta mencapai 5.447 orang. Ini upaya mendorong kolaborasi lintas sektoral untuk menciptakan lingkungan bersih, indah dan sehat di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
“Hentikan Polusi Plastik. Ini merupakan langkah yang tepat untuk menjaga lingkungan. Gotong royong bersama seluruh elemen masyarakat Sumbawa Barat, baik pemerintah Daerah, dan pemerintah Kecamatan, sebagai upaya sederhana menjaga lingkungan. Kami juga akan mendorong ritel modern untuk tidak lagi menggunakan kemasan plastik sebagai kantong belanja. langkah kecil hari ini akan membawa dampak yang besar di kemudian hari” ungkap Aku Nur Rahmadin, dalam sambutannya, Kamis (19/7) pagi.
Tidak hanya itu, dalam moment tersebut, Ia juga memaparkan prestasi penting dalam pengelolaan lingkungan hidup. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) KSB tercatat sebesar 80,92 dengan kategori baik, menjadikannya yang terbaik di antara 10 kabupaten/kota se-NTB.
“Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan pengelolaan tiga indikator utama. Indeks kualitas udara mencapai 94,84 dengan kategori sangat baik, mencerminkan kondisi udara yang bersih dan sehat. Sedangkan indeks kualitas lahan sebesar 93,48 juga menempati posisi teratas di NTB, menandakan lahan yang relatif bebas dari pencemaran,” jelasnya.
Kemudian indeks kualitas air, lanjutnya, berada pada angka 58,62 dengan kategori sedang, namun tetap menjadi yang terbaik dibandingkan daerah lain di NTB. Seluruh indikator diatas menunjukkan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya memiliki komitmen yang kuat terhadap pelestarian lingkungan, namun telah menunjukkan hasil yang konkret dan terukur.
“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama manusia di seluruh dunia. Usia dunia saat ini bergantung pada kerja kita hari ini. Dan lingkungan menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga,” tutup Aku Nur Rahmadin. (A1)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.



