Taliwang, alineasatu.net – Gelaran Liga 1 dan Liga 2 ASKAB PSSI KSB mendapat animo kuat masyarakat Sumbawa Barat, khususnya pecinta sepak bola. Beberapa dinamika yang terjadi ditengah lapangan digandrungi komentar pro dan kontra. Hal ini menandakan tingginya dukungan sepak bola untuk menuju sebuah pendewasaan.
Dirangkum media ini, beberapa hal yang menjadi ruang perdebatan pecinta sepak bola yakni pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh beberapa tim sepak bola itu sendiri. Bahkan ruang dukungan suporter tim belum menunjukan sikap propesional pada saat pemain terjadi gesekan antar pemain lawan ditengah lapangan.
“Kita menyadari bahwa mental kita masih sebatas pemain lokal, masih kurang pengetahuan terkait regulasi Liga, bahkan sikap propesional antar manager Klub belum mengarah ke jenjang lebih baik. Namun, titik balik dari semua ini akan menemui titik terang,” ungka Marlo, pencinta sepak bola Sumbawa Barat. Kamis, (26/06).
Jauh sebelum pertandingan dimulai, tentu ASKAB dan seluruh manager tim telah melakukan pertemuan. Pembicaraan aturan serta syarat dan sanksi yang sudah disepakati diawal. Ketika ada tim yang melanggar, atau secara sengaja memainkan pemain diluar ketentuan, otomatis akan mendapat sanksi.
“Begitu juga pada saat bertanding, andaikan ada hal-hal yang terjadi di lapangan, dan dapat merugikan jalannya pertandingan. Pasal sanksi tentu sudah menunggu dan akan di kirimkan ke alamat tim atau klub bola itu sendiri,” ujarnya.
Seharusnya, lanjut Marlo, segala hal yang terjadi ditengah lapangan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Wasit pertandingan. Dan segala keputusan diluar lapangan pertandingan menjadi hak mutlak pengawas pertandingan.
“Mereka hadir ditengah lapangan bukan sebagai Wasit ataupun Pengawas amatiran. Melainkan dengan lisensi dan kualifikasi yang diakui secara nasional. Ketika tim tersebut dinyatakan ikut kompetisi, maka sepenuhnya tanggungjawab diberikan kepada mereka wasir dan pengawas pertandingan” ucap Marlo, mendidik.
Terlepas dari konflik yang ada di lapangan. Andaikata ditemui pelanggaran lain oleh pemain lawan, regulasi protes dan banding sudah tertuang dalam aturan ASKAB PSSI itu sendiri. Kita sangat memahami antusias tim dalam bermain. Namun tentu harus dibekali dengan pengetahuan.
“Mari kita sikapi sebuah persoalan dengan pengetahuan. Tidak semua hal yang masuk secara logika diakomodir oleh kebenaran aturan. Saya yakin Liga Sepak Bola KSB jauh lebih maju dibandingkan daerah lain di NTB ini,” tukasnya.
Di KSB, ada banyak Wasit lisensi setara nasional, begitu juga pengawas hingga pelatih. “Dalam catatan saya, keterlibatan orang-orang propesional dalam setiap pertandingan di KSB sudah cukup baik, hanya saja standar berpikir kita tentang sepak bola yang belum berstandar nasional,” tutup Marlo. (A1)

