Taliwang, Alineasatu.net – Federasi Olahraga Domino (ORADO) Sumbawa Barat menggelar turnamen domino perdana sebagai langkah awal memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga baru yang telah diresmikan, sekaligus menjaring atlet-atlet potensial di Kabupaten Sumbawa Barat.
Ketua Federasi Olahraga Domino Sumbawa Barat, Joni Saputra menegaskan bahwa turnamen tersebut tidak berorientasi bisnis. Kegiatan murni diarahkan sebagai wadah pembinaan, pengembangan minat, serta penjaringan atlet domino yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi olahraga di tingkat yang lebih tinggi.
“Turnamen ini murni sebagai upaya untuk menjaring atlet domino Sumbawa Barat. Ini bukan kegiatan yang berorientasi bisnis. Kami ingin mengarahkan para pecinta domino agar melihat domino sebagai olahraga yang mengedepankan perhitungan, konsentrasi dan strategi,” ujar Joni.
Menurutnya, turnamen tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung di lapak kawasan Alun-Alun Kota Taliwang. Namun, lokasi terpaksa dipindahkan karena pada waktu yang sama terdapat agenda konser musik di kawasan tersebut.
Selain persoalan teknis yang berkaitan dengan konsentrasi pertandingan, keterbatasan anggaran juga menjadi pertimbangan panitia. Biaya penyediaan terop, kursi, sound system dan kebutuhan pendukung lainnya dinilai akan cukup besar apabila kegiatan tetap dilaksanakan di kawasan alun-alun.
“Pertandingan domino membutuhkan konsentrasi tinggi. Dengan adanya konser musik, secara teknis tentu tidak memungkinkan. Di sisi lain, kalau kami harus menyewa terop, kursi dan sound system, biayanya akan jauh lebih besar. Sementara kegiatan ini kami laksanakan dari partisipasi internal dan dukungan donasi pihak ketiga yang masih terbatas,” jelasnya.
Joni mengatakan, domino saat ini mulai berkembang sebagai salah satu olahraga yang mendapat perhatian masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, Orado KSB berupaya membangun pemahaman bahwa permainan domino yang dipertandingkan dalam format olahraga memiliki aturan, standar permainan dan aspek strategi yang jelas.
Ia menegaskan, pihaknya ingin mengubah pandangan masyarakat agar domino tidak dikaitkan dengan aktivitas negatif.
“Kami ingin mengarahkan pencinta domino untuk menjadikan ini sebagai olahraga, bukan mengajarkan hal-hal yang negatif. Dalam pertandingan, yang dikedepankan adalah kemampuan menghitung, membaca permainan, konsentrasi dan strategi,” tegas Joni.
Menurutnya, standar permainan domino dalam olahraga telah memiliki aturan yang menjadi pedoman pertandingan. Karena itu, setiap peserta dituntut memahami dan menaati ketentuan yang telah ditetapkan.
Turnamen perdana Orado KSB tersebut mendapat respons yang sangat tinggi dari masyarakat. Antusiasme peserta terlihat sejak proses pendaftaran dibuka. Panitia bahkan harus menutup pendaftaran ketika technical meeting dimulai karena tahapan pertandingan sudah memasuki proses persiapan.
“Antusiasme peserta luar biasa. Pendaftaran kami tutup saat technical meeting dimulai. Setelah pendaftaran ditutup masih banyak yang ingin mendaftar, tetapi terpaksa kami tolak karena tahapan pertandingan sudah berjalan,” ungkapnya.
Joni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan calon peserta yang belum berkesempatan mengikuti turnamen perdana tersebut. Namun, ia memastikan mereka akan mendapat kesempatan pada turnamen berikutnya.
Keberhasilan turnamen perdana menjadi modal bagi Orado KSB untuk menyiapkan agenda yang lebih besar. Joni mengungkapkan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan jajaran Kodim Sumbawa Barat untuk merancang turnamen domino berikutnya.
“Insyaallah, setelah kegiatan ini sukses, kami akan menggelar turnamen yang lebih besar bersama Kodim Sumbawa Barat pada bulan mendatang dengan hadiah yang lebih menarik,” katanya.
Menurut Joni, komunikasi dengan pihak Kodim telah beberapa kali dilakukan. Rencana tersebut bahkan telah dibahas bersama pihak Kodim yang diwakili Kasdim Sumbawa Barat.
“Kami sudah beberapa kali bertemu dengan pihak Kodim, termasuk diwakili Pak Kasdim, untuk merencanakan turnamen yang lebih besar yang nantinya akan diselenggarakan di Kodim,” tambahnya.
Lebih jauh, Orado KSB tidak ingin kegiatan tersebut berhenti sebatas turnamen masyarakat. Target utama organisasi adalah menemukan bibit-bibit atlet domino potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan.
Para atlet yang memiliki kemampuan dan prestasi nantinya diharapkan dapat dipersiapkan untuk mewakili Sumbawa Barat dalam berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kami berharap output dari kegiatan ini adalah lahirnya atlet-atlet berprestasi. Mereka akan kami bina sehingga nantinya bisa mengikuti Porprov bahkan sampai PON,” ujar Joni.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi organisasi dalam ekosistem olahraga daerah, Orado Sumbawa Barat juga telah melakukan pendaftaran ke KONI Sumbawa Barat agar dapat bernaung dan menjadi bagian dari cabang olahraga yang dibina secara resmi.
Joni berharap, kehadiran Orado KSB dapat memberikan ruang baru bagi masyarakat yang memiliki minat dan kemampuan dalam permainan domino untuk berkembang menjadi atlet.
“Yang kami bangun bukan sekadar turnamen. Kami ingin ada pembinaan dan ada atlet yang lahir dari Sumbawa Barat. Mudah-mudahan ke depan domino bisa menjadi salah satu olahraga yang mampu mengharumkan nama daerah,” pungkasnya.
Dengan tingginya animo masyarakat pada turnamen perdana, Orado KSB kini memiliki tantangan berikutnya: menjaga momentum, memperkuat pembinaan, serta membuktikan bahwa domino dapat berkembang sebagai olahraga yang mengedepankan strategi, konsentrasi, kemampuan berhitung dan sportivitas.


