Kisah Perjalanan, alineasatu.net – Kampanye hari pertama dimulai Rabu, 25 September 2024. H. Amar menggunakan strategi kampanye berpencar dengan calon Wakil Bupati, untuk memastikan semua Desa dan Wilayah tersentuh, mengingat waktu kampanye yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sangat singkat dengan tenggat waktu 40 hari. H. Amar memulai kampanye dari Desa Talonang ujung Selatan Sumbawa Barat. Sedangkan Hj. Hanipah star dari Desa Poto Tano ujung utara Kabupaten Pariri Lema Bariri itu.
Target pasangan yang juluki paket AMANAH ini yaitu mengunjungi 201 titik yang tersebar di seluruh Desa dan Kelurahan yang ada. Perkiraan jumlah titik tersebut dirasa sudah sangat efektif untuk menyampaikan secara luas soal Visi – Misi menjadi Bupati Sumbawa Barat. Dengan tujuan masyarakat dapat mengenal dan memilih. Alhasil target tidak terpenuhi, 136 titik kampanye berhasil dikunjungi. Hal itu akibat kendala waktu dan kegiatan lain diluar perkiraannya.

Rombongan H. Amar terdiri dari Enam mobil, itupun diluar rombongan Partai koalisi dan tim relawan lainnya. Semangat para rombongan tidak surut meski Desa Talonang tidak terjangkau sinyal internet. Tiga titik hari pertama terasa ringan dijalankan. Malam pertama kampanye H. Amar memutuskan untuk tidak pulang kerumah. Dirinya memutuskan bermalam di rumah warga Desa Tongo. Bayangkan, Enam mobil dengan isi full harus bermalam di satu rumah warga?
Rumah warga ini cukup besar, hidangan makan dan sarapan pagi pun memuaskan. Paginya H. Amar cek rombongan dengan menanyakan kondisi apakah masih kuat berjuang atau tidak? kabar keluarga dirumah ikut dipastikan apakah baik baik saja. Hal ini rutin setiap harinya ditanyakan H. Amar.
Hari kedua, H. Amar memutuskan rombongan bermalam di Desa Sekongkang, jam 2 pagi tiba di Desa Sekongkang setelah menyelesaikan titik kampanyenya di Desa Tongo. Beberapa rombongan jadikan mobil tempat bermalam. Keesokan harinya, lagi-lagi H. Amar selalu cek kondisi kesehatan rombongan dan kabar keluarga, hingga logistik pun harus dipastikan aman.

Bergeser ke Kecamatan Maluk, rombongan diperintahkan pulang kerumah masing-masing usai kampanye pukul 11:00. Mengingat jarak tempuh sudah mulai dekat dengan kota Taliwang. Sebab sebagian besar yang ikut dengan rombongan beliau berasal dari kota Taliwang. Sekali lagi ini di luar koalisi partai dan relawan paket AMANAH yang rutin mengikuti H. Amar berkampanye.
Hari demi hari dilalui, setiap pagi rombongan berangkat mengunjungi Tiga hingga Empat titik kampanye setiap harinya. Begitu juga Hj. Hanipah. Dari waktu ke waktu selama masa kampanye H. Amar tetap semangat tanpa ada keluhan sedikit pun, pun dengan rombongan dan relawan lainnya. Hari- hari dipenuhi canda tawa, cara kampanye yang renyah dan menyenangkan membuat hadirin tidak bosan. Sekali lagi, H. Amar pandai memikat hati masyarakat Sumbawa Barat.

Waktu terus berlalu, ratusan titik tak terasa dilalui, tidak sedikitpun rasa surut dari dirinya terlihat di hadapan para pendukungnya. Hari berganti minggu bulan pun berlalu. Sesekali ia berucap, apa mungkin saya tidak akan dipilih masyarakat dengan pengorbanan yang kita lalui saat ini?. Ucapan itu tidak menandakan bahwa dirinya seorang politisi, melainkan ketulusan hati dirasakan dalam kisah perjuangan.
Titik 136 tiba, ditutup dengan kampanye tingkat kabupaten di Alun-alun kota taliwang, paket AMANAH menjadi penutup kampanye kala itu. Guyuran derasnya hujan tidak membuat pendukung fanatik AMANAH surut dari lokasi. Malamnya dilanjutkan dengan debat pasangan calon puran terakhir. Semuanya dilalui dengan lancar.

Dua hari masa tenang seperti masuk kedalam waktu yang begitu panjang. Kilas perjalanan teringat memastikan tidak ada celah kesalahan yang pernah dilakukan. Hal itu untuk memastikan bahwa tanggal 27 November pilihan jatuh pada pasangan AMANAH.
Hari pencoblosan tiba, pikiran hening, kosong, tak memikirkan apa-apa selain bagaimana hasil perhitungan suara. Pukul 14.00 tiba. Kotak suara mulai dibuka, layar perhitungan real count ditayangkan. Masing-masing kediaman calon dipenuhi para pendukung untuk menyaksikan hasil hitungan cepat.
Tiba saatnya setelah perhitungan suara selesai. H. Amar keluar dari kediamannya untuk menyapa para pendukung. Dengan mata berkaca, iya bersimpuh dengan rasa sedih berucap. Terimakasih masyarakat Sumbawa Barat. AMANAH telah di titipkan kepada saya dan Ibu Hj. Hanipah untuk memimpin Sumbawa Barat selama lima tahun kedepan. Sorak sorai di semua Desa dan Kelurahan mulai terdengar. Dan telah dipastikan H. Amar dan Hj. Hanipah menang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat.

Proses KPU terus berlanjut, pengumuman resmi disampaikan bahwa benar H. Amar dan Hj. Hanipah ditetapkan sebagai suara terbanyak pada pemilihan Kepala Daerah Sumbawa Barat. Dengan perolehan 37 persen suara dari Empat pasangan calon. Dengan selisih suara 3.030 suara dari pasangan suara nomor urut 2.
Kemarin, 20 Februari 2025, H. Amar dan Hj. Hanipah resmi dilantik, oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara. Dan saat ini sedang menjalani Retret (Pembekalan Kepemimpinan). dan akan berlangsung Delapan hari kedepan. Di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.
Selanjutnya H. Amar akan tiba di Sumbawa Barat pada tanggal 2 Maret 2025, dan akan memulai pidato pertama tanggal 3 Maret, dilanjutkan dengan Buka Puasa bersama. Andai tidak ada aral melintang, H. Amar akan bekerja untuk membawa KSB Maju Luar Biasa dalam Lima Tahun masa kepemimpinannya.
Oleh: Hardoni Odon. Wartawan KOBARKSB.com Sumbawa Barat.
Note. Kekurangan dalam tulisan untuk mendapatkan kesempurnaan. Semoga dapat dikenang menjadi catatan perjuangan Demokrasi.
