18 Kelompok Tani Ternak Siap Jalankan Program KSB Maju Luar Biasa Agribisnis Peternakan Sapi

Taliwang, Alineasatu.net – Program KSB Maju Luar Biasa Agribisnis Peternakan Sapi Bali tengah dijalankan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat. Sebanyak 18 Kelompok Tani Ternak se Kabupaten Sumbawa Barat mulai melakukan pembersihan lahan untuk penanaman pakan. Masing – masing kelompok menyiapkan 20 Hektare lahan pakan rumput gajah sebagai penunjang pakan ternak kedepan.

Sepanjang tahun 2026, Pemda KSB menargetkan pengadaan 1.330 ekor sapi yang akan disebar di berbagai kelompok tani ternak dan kelompok HKm. 900 ekor sapi untuk kelompok penggemukan (Sapi Jantan), dan 430 ekor sapi untuk kelompok indukan (Sapi Betina Siap Bunting). yang akan diberikan di 9 kelompok penggemukan dan 9 kelompok indukan yang tersebar di Kecamatan Brang Ene, Brang Rea, Sekongkang, Senayan, Kokarlian, hingga Taliwang.

“Proses administrasi terus berjalan, pembersihan lahan pun telah kami dimulai. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sumbawa Barat memberikan deadline kepada masing – masing kelompok paling lambat minggu kedua bulan April lahan sudah siap ditanami pakan rumput. Untuk itu kami sedang mengejar target tersebut,” kata Basari, Sekretaris Kelompok Tani Hutan Batu Dulang, ditemui di lokasi lahan di Desa Mujahiddin, Kamis (2/4).

Sampai saat ini kata Basari, proses persiapan lahan berjalan lancar. Ditargetkan pekerjaan berjalan sesuai rencana. perintisan dan pemagaran terus diupayakan para anggota kelompok. “InsyaAllah, minggu kedua bulan ini lahan siap kami tanami pakan. Kami berkeyakinan Program KSB Maju Luar Biasa Agribisnis Peternakan Sapi akan sukses,” ujar Basari.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah memaparkan, program Agribisnis Sapi Bali dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir melalui tiga skema: bottom (akar rumput), middle (tengah), dan top (atas).

“Untuk skema top, Rumah Potong Hewan (RPH) di Kecamatan Poto Tano ditargetkan aktif enam bulan ke depan dengan kapasitas suplai 15 ton daging per bulan (setara pemotongan 6-7 ekor per hari). Meski saat ini sapi masih dibeli dari masyarakat dan luar daerah, pada tahun 2027 seluruh kebutuhan RPH ditargetkan mampu dipenuhi dari produksi lokal KSB,” jelas Bupati.

Lanjut Bupati, skema middle dan top nantinya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) bersama mitra bisnis profesional. Sementara itu, masyarakat akan menjadi aktor utama di skema bottom, yakni sebagai plasma pembibitan/bakalan dan plasma hijauan (pakan).

“Dari sisi ekonomi, program ini sangat menjanjikan. Sapi bakalan seharga Rp 6 juta tersebut akan dipelihara hingga usianya mencapai 1,5–2 tahun dengan bobot 200 kg. Sapi tersebut kemudian akan diambil oleh perusahaan penggemukan dengan harga Rp 11–12 juta per ekor,” tutup Bupati (A1)

More From Author

Lonjakan SiLPA KSB Terjadi Akibat Pelampauan Target Pendapatan Sebesar Rp 966,6 Miliar Dan Sisa Belanja 176,8 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *