Lonjakan SiLPA KSB Terjadi Akibat Pelampauan Target Pendapatan Sebesar Rp 966,6 Miliar Dan Sisa Belanja 176,8 M

Taliwang, Alineasatu.net – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berkomitmen menjaga tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari capaian kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang menunjukkan hasil positif, baik dari sisi pendapatan maupun realisasi belanja.

“Berdasarkan data keuangan daerah, total belanja daerah Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp2,236 Triliun dengan realisasi serapan anggaran mencapai 92,09% atau sebesar Rp2,059 Triliun. Sehingga hanya tersisa belanja 7,91 % atau sebesar Rp 176,8M.,” kata Dedy Damhudy, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dalam siaran Persnya, Rabu (1/ 4).

Sementara itu, lanjut Dedy, pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 terealisasi melampaui target dengan capaian sebesar 150,48% atau sebesar Rp2,881 Triliun dari target pendapatan daerah sebesar Rp1,915 Triliun. Sehingga total SiLPA Tahun 2025 sebesar Rp1,14 Triliun terdiri dari SiLPA atas belanja sebesar Rp 176,8 M dan SiLPA atas pelampauan target pendapatan sebesar Rp 966,6 M.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memastikan bahwa dana yang tercatat sebagai SiLPA tersebut tetap menjadi bagian dari kapasitas fiskal daerah dan akan dimanfaatkan kembali pada tahun anggaran berikutnya untuk mendukung berbagai program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat,” Tutupnya.

Untuk diketahui, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pelampauan target pendapatan adalah selisih lebih yang terjadi ketika realisasi pendapatan daerah pada akhir tahun anggaran melampaui jumlah yang di targetkan dalam APBD.

Poin penting mengenai SiLPA dari pelampauan target pendapatan. Definisi: ini merupakan salah satu komponen pembentuk SiLPA, dimana penerimaan nyata (misalnya pajak daerah, retribusi, atau transfer pusat lebih tinggi daripada anggaran yang ditetapkan.

Sumber Pendapatan: umumnya pelampauan ini bersumber dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kinerjanya melampaui target atau adanya pelampauan transfer dana perimbangan.

Posisi dalam anggaran: Dalam laporan realisasi anggaran, angka ini akan meningkatkan SiLPA pada penerimaan pembiayaan, yang menunjukan adanya dana segar yang belum terpakai untuk belanja daerah. Sehingga dapat digunakan kembali pada tahun anggaran berikutnya. (A1)

More From Author

Iklan: BAPPEDA Sumbawa Barat, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah 20 Maret 2026

18 Kelompok Tani Ternak Siap Jalankan Program KSB Maju Luar Biasa Agribisnis Peternakan Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *