Poto Tano, Alineasatu.net – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus bergerak cepat merealisasikan tata kelola lingkungan yang bersih dan ramah pariwisata. Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Pemkab KSB secara resmi telah menyiapkan skema pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan ke-7 Pemkab KSB tahun 2026 yang diselenggarakan di Masjid Darul Iman, Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Selasa (10/3/2026).
Di hadapan warga, Bupati membeberkan strategi komprehensif penanganan sampah. Untuk penanganan di wilayah hulu, Bupati menginstruksikan agar desa-desa yang telah memiliki fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dapat mengoperasikannya secara optimal.
“Sementara bagi desa yang belum memiliki fasilitas tersebut, kami wajibkan untuk segera membentuk Bank Sampah sebagai sarana edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah dari masyarakat. Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Daerah telah menyiapkan dukungan anggaran minimal Rp 100 juta bagi setiap desa khusus untuk pengembangan Bank Sampah,” tegas Bupati H. Amar Nurmansyah.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan skema penanganan di wilayah hilir atau tingkat pengolahan akhir. Pemda KSB akan mengembangkan sistem Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang didukung oleh teknologi mesin insinerator.
Sistem modern ini akan diterapkan di beberapa titik strategis. Khusus untuk menjangkau wilayah Kecamatan Seteluk dan Poto Tano, fasilitas TPST rencananya akan dipusatkan di Desa Senayan. Nantinya, sisa residu dari proses pengolahan insinerator tersebut akan diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Induk di Batu Putih yang saat ini telah menggunakan sistem sanitary landfill (sistem pelapisan sampah).
“Skema pengelolaan sampah terpadu hulu-hilir ini menjadi fokus kita, dan ditargetkan dapat berjalan secara penuh pada tahun 2027,” tambahnya.
Kegiatan Safari Ramadan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten dan Staf Ahli, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah.
Safari Ramadan tidak hanya menjadi panggung untuk mensosialisasikan program strategis pemerintah, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi yang bernilai tinggi antara jajaran birokrasi dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Melalui kegiatan turun ke lapangan ini, Pemkab KSB berharap dapat mempererat sinergi dengan warga. Tujuannya tak lain agar berbagai program pembangunan daerah, termasuk target KSB bebas sampah 2027, dapat diketahui, didukung penuh, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat. (A1)
