Taliwang, Alineasatu.net – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Sumbawa Barat mencatat angka Tingkat Gemar Membaca (TGM) masyarakat setempat baru mencapai 63 persen. Angka tersebut dinilai masih berada di bawah target ideal yang berkisar antara 80 hingga 100 persen.
Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat, Hermanto, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa pihaknya kini memerlukan upaya bersama guna menumbuhkan budaya membaca sejak dari lingkungan keluarga.
Pemerintah daerah bersama Bunda Literasi terus berikhtiar meningkatkan indeks kegemaran membaca masyarakat setempat. Burhan menilai literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Alhamdulillah Ibu Wakil Bupati sebagai Bunda Literasi terus memberikan dukungan kepada kami. Saat ini tingkat kegemaran membaca kita baru sekitar 63 persen,” ujarnya, Kamis, 17 September 2026.
Burhan menjelaskan bahwa tantangan membangun budaya literasi saat ini semakin berat seiring pesatnya perkembangan teknologi digital yang membuat anak-anak lebih akrab dengan gawai ketimbang buku bacaan.
“Kalau sekarang ada anak menangis, yang diberikan justru handphone. Padahal akan lebih baik jika diberikan buku,” tuturnya.
*Data Kunjungan Perpustakaan 2026: Pelajar Dominan, Pocadi Masih Minim*
Guna memperkuat capaian indeks literasi tersebut, Dinas Arpusda KSB juga membuka catatan realisasi kunjungan pemustaka sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.
Total kunjungan perpustakaan daerah mencatatkan angka 4.619 orang, dengan dominasi pengunjung dari kalangan perempuan sebesar 58,63 persen (2.708 orang) dan laki-laki 41,37 persen (1.911 orang).
Dari total angka kunjungan tersebut, kelompok Pelajar tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan porsi mencapai 40,18 persen (1.856 orang), disusul mahasiswa (15,50 persen atau 716 orang), dan masyarakat umum (15,33 persen atau 708 orang).
Sementara itu, program jangkauan ke desa melalui layanan Perpustakaan Keliling (Puskel) mampu menggaet 14,07 persen (650 pengunjung).
Di sisi lain, pemanfaatan Pojok Baca Digital (Pocadi) tercatat masih sangat minim, yakni hanya 0,80 persen atau sebanyak 37 pengunjung sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026.
Data ini menunjukkan bahwa minat baca secara fisik di kalangan pelajar dan desa sebenarnya masih ada, namun pemanfaatan literasi digital serta keterjangkauan masyarakat umum secara menyeluruh masih perlu digenjot lebih masif.
*KSB Bersiap Jadi Tuan Rumah Kemah Literasi NTB 2027*
Di sisi lain, Kabupaten Sumbawa Barat juga menerima kepercayaan besar menjadi tuan rumah Kemah Literasi Nusa Tenggara Barat tahun 2027 mendatang. Penunjukan resmi tersebut menjadi motivasi sekaligus tantangan besar bagi daerah untuk memperkuat gerakan literasi hingga ke tingkat tapak.
“Gubernur NTB bersama Bunda Literasi NTB menetapkan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai tuan rumah Kemah Literasi tahun 2027,” kata Hermanto.
Ia menegaskan makna literasi mencakup kemampuan memahami, mengkaji, berpikir kritis, hingga menulis. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda KSB dalam menghadapi perkembangan zaman.
Ia berharap setiap desa di Sumbawa Barat segera memiliki dan mengaktifkan pojok literasi sebagai tempat berkumpul anak-anak untuk membaca, berdiskusi, hingga membedah buku bersama.
“Lingkungan keluarga memegang kunci utama. Jika budaya membaca dari rumah dan desa tumbuh, tingkat kegemaran membaca KSB secara keseluruhan pasti akan meningkat,” pungkasnya. (*)


