Taliwang, Alineasatu.net – Curah hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Merespons bencana tersebut, Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, bergerak cepat (gercep) turun langsung meninjau lokasi terdampak, Rabu (25/02/2026).
Dalam peninjauannya, Wabup didampingi kekuatan penuh dari jajaran Pemerintah Daerah, meliputi Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), serta Dinas Sosial.
Titik pertama yang disambangi adalah Desa Belo, Kecamatan Jereweh. Di lokasi ini, luapan air sungai sempat menggenangi permukiman penduduk. Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, Pemda KSB telah mendirikan posko dapur umum.
Di sela-sela kunjungannya, Hj. Hanipah menyerahkan bantuan paket sembako secara langsung kepada warga terdampak. Ia juga memantau jalannya gotong royong pembersihan sisa lumpur di fasilitas umum yang dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Dinas Damkar, bersama masyarakat setempat.
Kondisi yang tak kalah memprihatinkan ditemukan di titik kedua, yakni Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene. Banjir yang merendam wilayah tersebut selama lebih dari satu jam meninggalkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah.
Fasilitas pendidikan menjadi salah satu korban keganasan banjir. Di SD SMP Satap Mataiyang, tembok pagar sekolah dilaporkan roboh, atap ruang kelas mengalami kerusakan, hingga jembatan penghubung antar-ruang kelas ambruk diterjang derasnya air.
Tidak hanya itu, luapan banjir turut menghantam infrastruktur penunjang perekonomian dan pertanian warga. Sejumlah saluran irigasi, bronjong penahan tebing, hingga dua ruas jalan tani di desa tersebut dilaporkan rusak parah.
Melihat kondisi tersebut, Wabup Hanipah langsung memberikan instruksi tegas. Ia meminta dinas teknis terkait untuk tidak menunda pekerjaan dan segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, terutama fasilitas pendidikan, agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa bisa segera kembali normal.
Menariknya, peninjauan pasca-bencana ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Mataiyang untuk menyampaikan aspirasi lain di luar masalah banjir. Kepada Wabup, warga mengeluhkan kurangnya tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di desa mereka.
Menyikapi kompleksitas dampak bencana fisik sekaligus keluhan krisis pelayanan dasar tersebut, Wabup Hanipah langsung menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir untuk bertindak sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
“Petakan kebutuhan riil dan segera ambil langkah sesuai kewenangan,” pungkas Wabup dengan tegas. (A1)
