Taliwang, alineasatu.net – Program populis Bupati terpilih Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Amar Nurmansyah adalah program kartu KSB maju. Dalam program tersebut mencakup semua kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya program kartu KSB maju pendidikan, yang kini menjadi primadona. Dalam program ini, setiap murid baru yang dinyatakan diterima di sekolah TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi negeri maupun swasta akan diberikan bantuan uang pangkal oleh Bupati.
Memasuki tahun ajaran baru, para wali murid kini disibukkan dengan proses pendaftaran anak ke sekolah. Ditambah lagi dengan adanya bantuan pendidik melalui kartu KSB maju pendidikan. Setiap murid akan diberikan uang pangkal sebesar Rp. 300.000 untuk siswa TK, Rp. 500.000 untuk siswa SD, Rp. 750.000 untuk siswa SMP, Rp. 1. 000.000 untuk siswa SMA, dan Rp. 2. 000.000 untuk mahasiswa baru. Manfaat program tersebut akan dirasakan mulai ajaran baru tahun ini.
Menurut hasil disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Sumbawa Barat, Agus, S.Pd. Jumlah murid yang sudah dinyatakan siap menerima bantuan program kartu KSB maju pendidikan tingkat TK, SD dan SMP sudah mencapai 9.000 lebih murid. Sedangkan tingkat SMA, dan Perguruan Tinggi masih di angka 500 lebih siswa dan mahasiswa.
“Sementara proses penginputan data penerima bantuan kartu SKB maju pendidikan, tingkat TK, SD dan SMP dilakukan oleh sekolah masing-masing, kemudian di upload ke aplikasi program KSB maju. Sementara penerima bantuan tingkat SMA, Kuliah dan siswa yang sekolah di luar daerah, dilakukan oleh wali murid melalui dinas Dikbud,” ungkap Agus, dalam acara forum yasinan, di Central, Jumat, (10/7).
Selanjutnya kata Agus, antusias wali murid yang mendatangi Dikbud untuk mendaftarkan anak nya sebagai penerima bantuan sangat banyak. Sehingga dirinya akan mengatur dan menambahkan operator untuk menginput data siswa, supaya tidak terjadi antrian panjang, dan dapat mempercepat proses penginputan.
“Program pendidikan ini disambut antusias masyarakat. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik. Agar siswa bisa merasakan manfaat program ini sesuai waktu,” ucapnya.
Disisi lain, pegawai Dikbud yang ditunjuk untuk menginput data siswa sangat kewalahan. Selain proses input data, konsultasi wali murid via telepon dan whatsapp juga membludak. Para AGR sebagai tim pendamping masyarakat juga turut membantu pengantaran berkas siswa.
“Banyak sekali wali murid yang mendaftarkan anaknya, terutama tingkat SMA. Berkas yang dibutuhkan cukup KK dan surat keterangan telah diterima di sekolah tersebut. Dan melampirkan bukti daftar ulang,” ungkap salah seorang pegawai yang bertugas menginput data siswa. Dan enggan menyebut namanya.
Menurutnya, proses ini tidak menutup kemungkinan akan berlangsung hingga akhir bulan Juli. Sebab ada beberapa sekolah dan perguruan tinggi yang belum mengumumkan hasil kelulusan siswa untuk diterima atau tidak.
“Saya menyarankan supaya proses penginputan data ini tidak dilakukan di kantor, melainkan membuka stan khusus, supaya pekerjaan lain di dalam kantor tidak terganggu,” tutupnya. (A1)
